Showing posts with label Matan Kitab. Show all posts
Showing posts with label Matan Kitab. Show all posts

Monday, September 11, 2017

Belajar Dasar Matan Kitab Al Jurumiyah [hal 3]

BAB NA’AT (sifat)
Na’at itu mengikuti yang disifati pada keadaan rafa’nya, nashabnya, khafadhnya, ma’rifatnya, dan nakirahnya. Contohnya:
قَامَ زَيْدٌ اَلْعَاقِلُ, وَرَأَيْتُ زَيْدًا اَلْعَاقِلَ, وَمَرَرْتُ بِزَيْدٍ اَلْعَاقِلِ.
Belajar Dasar Matan Kitab Al Jurumiyah [hal 3]
Ma’rifat (kata khusus) itu ada lima:

  1. Isim Dhamir (kata ganti), contohnya : أَنَا وَأَنْتَ
  2. Isim Alam (nama), contohnya : زَيْدٍ وَمَكَّةَ
  3. Isim Mubham (kata tunjuk), contohnya : هَذَا, وَهَذِهِ, وَهَؤُلَاءِ
  4. Isim yang terdapat alif lam (al), contohnya : اَلرَّجُلُ وَالْغُلَامُ
  5. apa-apa yang diidhafahkan kepada salah satu dari ini yang empat.

Nakirah (kata umum) adalah setiap isim yang tersebar (beraneka ragam) pada jenisnya ,tidak tertentu pada sesuatupun. Dan untuk memudahkannya, nakirah itu adalah setiap yang dapat menerima alif lam,
contohnya : اَلرَّجُلُ وَالْغُلَامُ

BAB ‘ATHAF
Huruf ‘athaf ada sepuluh, yaitu :
اَلْوَاوُ, وَالْفَاءُ, وَثُمَّ, وَأَوْ, وَأَمْ, وَإِمَّا, وَبَلْ, وَلَا, وَلَكِنْ, وَحَتَّى فِي بَعْضِ اَلْمَوَاضِعِ
Waw, fa, tsumma, aw, am, imma, bal, la, laakin, dan hatta pada sebagian tempat.
Jika kamu athafkan dalam keadaan rafa’ maka rafa’akan, dalam keadan nashab maka nashabkan, dalam keadaan khafad maka khafadhkan, dalam keadaan jazm maka jazmkan.
Contohnya :
"قَامَ زَيْدٌ وَعَمْرٌو, وَرَأَيْتُ زَيْدًا وَعَمْرًا, وَمَرَرْتُ بِزَيْدٍ وَعَمْرٍو, وَزَيْدٌ لَمْ يَقُمْ وَلَمْ يَقْعُدْ

BAB TAUKID (menekankan atau menguatkan)
Taukid itu mengikuti yang diperkuat dalam keadaan rafa’nya, nashabnya, khafadhnya, dan ma’rifatnya. Taukid itu telah tertentu lafadzh-lafazhnya, yaitu :
اَلنَّفْسُ, وَالْعَيْنُ, وَكُلُّ, وَأَجْمَعُ
Dan yang mengikuti ajam’u, yaitu
أَكْتَعُ, وَأَبْتَعُ, وَأَبْصَعُ
Contohnya :
قَامَ زَيْدٌ نَفْسُهُ, وَرَأَيْتُ اَلْقَوْمَ كُلَّهُمْ, وَمَرَرْتُ بِالْقَوْمِ أَجْمَعِينَ.

BAB BADAL
Apabila dibadalkan isim dengan isim atau fi’il dengan fi’il maka mengikuti badalnya itu pada seluruh i’rabnya. Badal itu ada empat :
1. بَدَلُ اَلشَّيْءِ مِنْ اَلشَّيْء
2. َبَدَلُ اَلْبَعْضِ مِنْ اَلْكُلِّ
3. َبَدَلُ اَلِاشْتِمَالِ
4. َبَدَلُ اَلْغَلَطِ

Contohnya:
"قَامَ زَيْدٌ أَخُوكَ, وَأَكَلْتُ اَلرَّغِيفَ ثُلُثَهُ, وَنَفَعَنِي زَيْدٌ عِلْمُهُ, وَرَأَيْتُ زَيْدًا اَلْفَرَسَ
Kamu ingin berkata al farasa (kuda) akan tetapi kamu ternyata salah,
maka kamu ganti dengan zaidan menjadi رَأَيْتُ زَيْدًا اَلْفَرَسَ

Bab Isim-isim Yang dinashabkan
Isim-isim yang dinashabkan itu ada lima belas:

  1. Maf’ul bih
  2. Mashdar
  3. Dzharaf zaman
  4. Dzharaf makan
  5. Hal
  6. Tamyiz
  7. Mustatsna
  8. Isim Laa
  9. Munada
  10. Maf’ul min ajlih
  11. Maf’ul ma’ah
  12. Khabar kaana
  13. Isim inna
  14. khabar saudara kaana dan isim saudara inna
  15. Yang mengikut dinashabkan, yaitu ada empat : na’at, ‘athaf, taukid, dan badal

BAB MAF'UL BIH
Maf’ul bih adalah isim yang dinashabkan yang dikenakan padanya suatu perbuatan.
Contohnya :
ضَرَبْتُ زَيْدًا, وَرَكِبْتُ اَلْفَرَسَ
Maf’ul bih itu ada dua bagian, yaitu maf’ul bih dzhahir dan maf’ul bih dhamir.
Maf’ul bih dzhahir telah dijelaskan sebelumnya (pada bab-bab yang menjelaskan tentang dzhahir).
Sedangkan maf’ul bih dhamir itu terbagi menjadi dua:
1.Muttashil (bersambung)
   Maf’ul bih dhamir muttashil ada dua belas, yaitu :
ضَرَبَنِي, وَضَرَبَنَا, وَضَرَبَكَ, وَضَرَبَكِ, وَضَرَبَكُمَا, وَضَرَبَكُمْ, وَضَرَبَكُنَّ, وَضَرَبَهُ, وَضَرَبَهَا, وَضَرَبَهُمَا, وَضَرَبَهُمْ, وَضَرَبَهُنَّ
2.Munfashil (terpisah)
   Maf’ul bih dhamir munfashil ada dua belas, yaitu:
إِيَّايَ, وَإِيَّانَا, وَإِيَّاكَ, وَإِيَّاكِ, وَإِيَّاكُمَا, وَإِيَّاكُمْ, وَإِيَّاكُنَّ, وَإِيَّاهُ, وَإِيَّاهَا, وَإِيَّاهُمَا, وَإِيَّاهُمْ, وَإِيَّاهُنَّ.

BAB MASHDAR
Mashdar adalah isim yang dinashabkan yang datang menempati tempat ketiga dalam tashrif fi’il.
Contohnya :
ضَرَبَ يَضْرِبُ ضَرْبًا
Mashdar terbagi dua :
1. Lafdzhy
2. Ma’nawy

Jika lafazdh mashdarnya bersesuaian dengan lafadzh fi’ilnya maka itu trmasuk mashdar lafdzhy
contohnya : قَتَلْتُهُ قَتْلًا
Dan jika mashdarnya bersesuaian dengan makna fi’ilnya bukan lafadhznya maka itu adalah mashdar ma’nawy.
Contohnya : جَلَسْتُ قُعُودًا, ، وقمت وُقُوفًا

Bab Dzharaf Zaman (keterangan waktu) dan Dzaharaf Makan (keterangan tempat)
Dzharaf zaman itu adalah isim zaman yang dinashabkan dengan taqdir maknanya fi (pada). Contoh dzharaf zaman :
اَلْيَوْمِ, وَاللَّيْلَةِ, وَغَدْوَةً, وَبُكْرَةً, وَسَحَرًا, وَغَدًا, وَعَتَمَةً, وَصَبَاحًا, وَمَسَاءً, وَأَبَدًا, وَأَمَدًا, وَحِينًا
Dzharaf makan adalah isim makan yang dinashabkan dengan taqdir maknanya fi (pada).
Contohnya:
أَمَامَ, وَخَلْفَ, وَقُدَّامَ, وَوَرَاءَ, وَفَوْقَ, وَتَحْتَ, وَعِنْدَ, وَمَعَ, وَإِزَاءَ, وَحِذَاءَ, وَتِلْقَاءَ, وَثَمَّ, وَهُنَا

BAB HAAL
Haal adalah isim yang dinashabkan yang menjelaskan tata cara yang sebelumnya samar.
Contohnya :
جَاءَ زَيْدٌ رَاكِبًا" وَ"رَكِبْتُ اَلْفَرَسَ مُسْرَجًا" وَ"لَقِيتُ عَبْدَ اَللَّهِ رَاكِبًا"
Haal itu pasti nakirah dan haal itu hanya terjadi setelah kalamnya sempurna dan shahibul haal itu pasti ma’rifat.

BAB TAMYIZ
Tamyiz itu adalah isim yang dinashabkan yang menjelaskan dzat yang sebelumnya samar.
Contohnya :
"تَصَبَّبَ زَيْدٌ عَرَقًا", وَ"تَفَقَّأَ بَكْرٌ شَحْمًا" وَ"طَابَ مُحَمَّدٌ نَفْسًا" وَ"اِشْتَرَيْتُ عِشْرِينَ غُلَامًا" وَ"مَلَكْتُ تِسْعِينَ نَعْجَةً" وَ"زَيْدٌ أَكْرَمُ مِنْكَ أَبًا" وَ"أَجْمَلُ مِنْكَ وَجْهًا"

Tamyiz itu pasti nakirah dan tamyiz hanya terjadi setelah kalamnya sempurna

Belajar Dasar Matan Kitab Al Jurumiyah [hal 4]

BAB ISTISNA
Huruf istitsna itu ada delapan, yiatu :
إِلَّا, وَغَيْرُ, وَسِوَى, وَسُوَى, وَسَوَاءٌ, وَخَلَا, وَعَدَا, وَحَاشَا
Mustatsna (kalimat yang di istitsnakan) dengan huruf illaa dinashabkan jika kalamnya taam mujab
contohnya :
قَامَ اَلْقَوْمُ إِلَّا زَيْدًا" وَ"خَرَجَ اَلنَّاسُ إِلَّا عَمْرًا
Belajar Dasar Matan Kitab Al Jurumiyah [hal 4]
Jika kalamnya manfiy taam, maka boleh menjadikannya badal atau menashabkannya.karena istitsna contohnya:
مَا قَامَ اَلْقَوْمُ إِلَّا زَيْدٌ" وَ"إِلَّا زَيْدًا

jika kalamnya naaqish (kurang), maka i’rabnya sesuai dengan amil-amilnya.
contohnya :
مَا قَامَ إِلَّا زَيْدٌ" وَ"مَا ضَرَبْتُ إِلَّا زَيْدًا" وَ"مَا مَرَرْتُ إِلَّا بِزَيْدٍ

Dan Mustatsna dengan khalaa, ‘adaa, dan haasyaa maka boleh kita menashabkannya atau menjarkannya. contohnya :
"قَامَ اَلْقَوْمُ خَلَا زَيْدًا وَزَيْدٍ" وَ"عَدَا عَمْرًا وَعَمْرٍو" وَ"حَاشَا بَكْرًا وَبَكْرٍ".


BAB LAA
Ketahuilah! Bahwa apabila laa bertemu langsung dengan isim nakirah maka laa menashabkan isim nakirah dengan tanpa tanwin dan tidak mengulang-ulang laa.
contohnya : لَا رَجُلَ فِي اَلدَّارِ

Jika laa tidak bertemu langsung dengan nakirah maka wajib mengulang-ulang laa.
contohnya : لَا فِي اَلدَّارِ رَجُلٌ وَلَا اِمْرَأَةٌ

Jika mengulang-ulang laa (berarti bertemu langsung dengan nakirah), maka boleh mengamalkannya (menjadikan laa sebagai amil yang menashabkan) atau menyia-nyiakannya. Maka jika kamu suka, kamu katakan : لَا رَجُلَ فِي اَلدَّارِ وَلَا اِمْرَأَةَ

Dan jika kamu suka, kamu katakan:
لَا رَجُلٌ فِي اَلدَّارِ وَلَا اِمْرَأَةٌ".


BAB MUNADA (yang dipanggil)
Munada itu ada lima, yaitu :

  1. 'nama-nama' المفرد اَلْعَلَمُ
  2. 'nakirah yang termaksud' وَالنَّكِرَةُ اَلْمَقْصُودَةُ
  3. 'nakirah yang tidak termaksud' وَالنَّكِرَةُ غَيْرُ اَلْمَقْصُودَةِ
  4. 'yang diidhafahkan' وَالْمُضَافُ
  5. 'yang menyerupai mudhaf' وَالشَّبِيهُ بِالْمُضَافِ

Adapun mufrad ‘alam dan nakirah maqsudah maka ia dimabnikan atas dhammah dengan tanpa tanwin contohnya : يَا زَيْدُ وَيَا رَجُلُ
Dan tiga munada sisanya itu tidak lain dinashabkan.

Bab Maf’ul min Ajlih
Maf’ul min ajlih adalah isim yang dinashabkan yang disebut untuk menjelaskan sebab-sebab terjadinya suatu perbuatan. Contohnya :
قَامَ زَيْدٌ إِجْلَالًا لِعَمْرٍو وَقَصَدْتُكَ اِبْتِغَاءَ مَعْرُوفِكَ.

Bab Maf’ul Ma’ah
Maf’ul ma’ah adalah isim yang dinashabkan yang disebut untuk menjelaskan sesuatu yang bersamanya dilakukan suatu perbuatan. Contohnya :
جَاءَ اَلْأَمِيرُ وَالْجَيْشَ وَاِسْتَوَى اَلْمَاءُ وَالْخَشَبَةَ

Adapun khabar kaana dan saudara-saudaranya dan ismu inna dan saudara-saudaranya maka sungguh telah diberikan penjelasannya pada bab isim-isim yang dirafa’akan begitu juga dengan yang mengikut dinashabkan (na’at, ‘athaf, taukid, badal) telah dijelaskan disana.

Bab Isim-isim yang Dikhafadhkan (dijarkan)
Isim-isim yang dikhafadhkan itu ada tiga bagian :

  1. Dikhafadhkan dengan huruf khafadh.
  2. Dikhafadhkan dengan idhafah.
  3. Dikhafadhkan karena mengikuti yang sebelumnya.

Adapun yang dijarkan dengan huruf yaitu apa-apa yang dijarkan dengan huruf

مِنْ, وَإِلَى, وَعَنْ, وَعَلَى, وَفِي, وَرُبَّ, وَالْبَاءِ, وَالْكَافِ, وَاللَّامِ, dan dengan huruf sumpah yaitu

اَلْوَاوُ, وَالْبَاءُ, وَالتَّاءُِdan dengan مُذْ, وَمُنْذُ.

Yang dijarkan dengan idhafah maka contohnya: غُلَامُ زَيْدٍ
Yang dijarkan dengan idhafah itu ada dua,
yang ditaqdirkan dengan lam dan yang ditakdirkan dengan min.

Yang ditaqdirkan dengan lam contohnya: غُلَامُ زَيْدٍ
Dan yang ditaqdirkan dengan min contohnya: ثَوْبُ خَزٍّ وَبَابُ سَاجٍ وَخَاتَمُ حَدِيدٍ

Belajar Dasar Matan Kitab Al Jurumiyah [hal 2]

بسم الله الّر حمن الّر حيم
BAB FI'IL
Fi’il ada tiga macam
  • Fi'il Madhi itu difathahkan selamanya.
  • Fi'il amar dijazamkan selamanya.
  • Fi'il mudhari’ itu fiil yang di awalnya terdapat salah satu dari huruf tambahan yang empat yang terkumpul dalam perkataan anaytu (alif, nun, ya, dan ta).Fiil mudhari’ itu dirofa’kan selamanya kecuali adaa amil nashab atau jazm yang masuk padanya
Belajar Dasar Matan Kitab Al Jurumiyah [hal 2]
Contohnya ضَرَبَ (madhi), (mudhari’) , وَيَضْرِبُ (amr’), وَاضْرِبْ
Amil nashab (huruf yang menashabkan) yaitu :

أَنْ, وَلَـنْ, وَإِذَنْ, وَكَـيْ, وَلَامُ كَـيْ, وَلَامُ اَلْجُـحُودِ, وَحَـتَّى, وَالْجَـوَابُ بِالْفَاءِ, وَالْـوَاوِ, وَأَوْ

Dan amil jazm ada delapan belas, yaitu:

لَمْ, وَلَمَّا, وَأَلَمْ, وَأَلَمَّا, وَلَامُ اَلْأَمْرِ وَالدُّعَاءِ, وَ "لَا" فِي اَلنَّهْيِ وَالدُّعَاءِ, وَإِنْ وَمَا وَمَنْ وَمَهْمَا, وَإِذْمَا ، وأي وَمَتَى, وَأَيْنَ وَأَيَّانَ, وَأَنَّى, وَحَيْثُمَا, وَكَيْفَمَا, وَإِذًا فِي اَلشِّعْرِ خاصة

Mengenai Isim-isim yang Dirofa’kan,isim-isim yang dirofa’kan itu ada tujuh :
  1. Isim Faa’il
  2. Isim Maf’ul yang tidak disebut failnya (naaibul fa’il).
  3. Mubtada.
  4. Khobar mubtada.
  5. Isim Kaana dan saudara-saudaranya.
  6. Khobar inna dan saudara-saudaranya.
  7. Dan yang mengikuti yang dirofa’kan, yaitu ada empat : Na’at, ‘athaf, taukid, dan badal
Bab FAA’IL
Faa’il adalah isim yang dirofa’kan yang disebut sebelum faa’il itu fi’ilnya. Dan faa’il itu ada dua bagian, yaitu faa’il isim dzhahir dan faa’il isim dhamir.
Maka faa’il isim dzhahir itu seperti contoh

قَامَ زَيْدٌ, وَيَقُومُ زَيْدٌ, وَقَامَ الزَّيْدَانِ, وَيَقُومُ الزَّيْدَانِ, وَقَامَ الزَّيْدُونَ, وَيَقُومُ الزَّيْدُونَ, وَقَامَ اَلرِّجَالُ, وَيَقُومُ اَلرِّجَالُ, وَقَامَتْ هِنْدٌ, وَقَامَتْ اَلْهِنْدُ, وَقَامَتْ الْهِنْدَانِ, وَتَقُومُ الْهِنْدَانِ, وَقَامَتْ الْهِنْدَاتُ, وَتَقُومُ الْهِنْدَاتُ, وَقَامَتْ اَلْهُنُودُ, وَتَقُومُ اَلْهُنُودُ, وَقَامَ أَخُوكَ, وَيَقُومُ أَخُوكَ, وَقَامَ غُلَامِي, وَيَقُومُ غُلَامِي
Dan Faa’il isim dhamir itu ada 12, yaitu

ضَرَبْتُ, وَضَرَبْنَا, وَضَرَبْتَ, وَضَرَبْتِ, وَضَرَبْتُمَا, وَضَرَبْتُمْ, وَضَرَبْتُنَّ, وَضَرَبَ, وَضَرَبَتْ, وَضَرَبَا, وَضَرَبُوا, وضربن

Bab Maf’ul yang tidak disebut Faa’ilnya (Naaibul faa’il)

Naaibul faa’il adalah isim yang dirafa’kan yang tidak disebut bersamanya faa’ilnya. jika fi’ilnya itu fi’il madhi maka didhammahkan huruf awalnya dan dikasrahkan apa yang sebelum akhirnya dan jika fi’ilnya itu fi’il mudhari’ maka didhammahkan huruf awalnya dan difathahkan huruf yang sebelum akhirnya. Naa’ibul faa’il itu ada dua, yaitu Naaibul faa’il isim dzhahir dan naaibul faa’il isim dhamir.
Maka naaibul faa’il isim dzhahir itu contohnya
ضُرِبَ زَيْدٌ" وَ"يُضْرَبُ زَيْدٌ" وَ"أُكْرِمَ عَمْرٌو" وَ"يُكْرَمُ عَمْرٌو

dan naaibul faa’il isim dhamir contohnya
ضُرِبْتُ وَضُرِبْنَا, وَضُرِبْتَ, وَضُرِبْتِ, وَضُرِبْتُمَا, وَضُرِبْتُمْ, وَضُرِبْتُنَّ, وَضُرِبَ, وَضُرِبَتْ, وَضُرِبَا, وَضُرِبُوا, وضُربن

Bab Mubtada dan khobar
Mubtada adalah isim yang dirafa’kan yang terbebas dari amil-amil lafadzh.
Khobar adalah isim yang dirafa’akan yang disandarkan kepada mubtada’. Contohnya
زَيْدٌ قَائِمٌ" وَ"الزَّيْدَانِ قَائِمَانِ" وَ"الزَّيْدُونَ قَائِمُونَ

Mubtada itu ada dua bagian, yaitu mubtada isim dzahir dan mubtada isim dhamir
Maka Mubtada isim dzahir itu adalah sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya (seperti contoh di atas)
Mubtada isim dhamir itu ada dua belas
أنا ونحن وأنتَ وأنتِ و وأنتما وأنُتم وأنتن وهو وهى وهما وهم وهن

Dan apa-apa yang menyerupai contoh ini(أنا قائم) و(نحن قائمون)contohnya :
Khobar itu ada dua bagian, yaitu khobar mufrad dan khobar ghair (bukan) mufrad.
Khobar mufrad contohnya زيد قائم

Khobar ghair mufrad itu ada empat :
  1. Jar dan majrur
  2. dzharaf
  3. fi’il beserta faa’ilnya
  4. Mubtada beserta khobarnya.
Contohnya: (زيد فى الدار وزيد عندك وزيد قام ابوه وزيد جاريته ذاهبة)
Bab Amil-amil yang masuk kepada mubtada dan khobar
Amil-amil yang masuk kepada mubtada dan khobar itu ada tiga macam, yaitu kaana dan saudara-saudaranya, innna dan saudara-saudaranya dan dzhanna (dzhanantu) dan saudara-saudaranya.
Adapun kaana dan saudara-saudaranya maka sesungguhnya mereka merafa’kan isim (mubtada) dan menashabkan khabar. Maka kaana dan suadara-saudaranya itu adalah :
كَانَ, وَأَمْسَى, وَأَصْبَحَ, وَأَضْحَى, وَظَلَّ, وَبَاتَ, وَصَارَ, وَلَيْسَ, وَمَا زَالَ, وَمَا اِنْفَكَّ, وَمَا فَتِئَ, وَمَا بَرِحَ, وَمَا دَامَ

dan apa-apa yang bisa ditashrif dari semuanya, seperti :

َ كَانَ, وَيَكُونُ, وَكُنْ, وَأَصْبَحَ وَيُصْبِحُ وَأَصْبِحْ,

Contohnya :
"كَانَ زَيْدٌ قَائِمًا, وَلَيْسَ عَمْرٌو شَاخِصًا"
dan sesuatu yang menyerupai contoh ini.
Adapun inna dan saudara-saudaranya maka sesungguhnya mereka itu menashabkan mubtada dan merafa’kan khobar. inna dan saudara-saudaranya adalah : contohnya
إِنَّ، وَأَنَّ، وَلَكِنَّ، وَكَأَنَّ، وَلَيْتَ، وَلَعَلَّ،إِنَّ زَيْدًا قَائِمٌ، وَلَيْتَ عَمْرًا شَاخِصٌ

Makna inna dan anna adalah untuk taukid (penekanan), laakinna untuk istidraak (mempertentangkan), kaanna untuk tasybih (penyerupaan), laita untuk tamanniy (pengandaian), la’alla untuk tarajiy (pengharapan kebaikan) dan tawaqqu’ (ketakutan dari nasib buruk).
Adapun dzhanantu (dzhanna) dan saudara-saudaranya maka sesunggunya mereka itu menashabkan mubtada dan khabor karena keduanya itu (mubtada dan khobar) adalah maf’ul bagi dzhanna dan saudara-saudaranya. Dzhanantu dan saudara-saudaranya itu : contohnya
ظَنَنْتُ، وَحَسِبْتُ، وَخِلْتُ، وَزَعَمْتُ، وَرَأَيْتُ، وَعَلِمْتُ، وَوَجَدْتُ، وَاتَّخَذْتُ، وَجَعَلْتُ، وَسَمِعْتُ؛ظَنَنْتُ زَيْدًا قَائِمًا، وَرَأَيْتُ عَمْرًا شاخصًا

Saturday, September 2, 2017

Belajar Dasar Matan Kitab Al Jurumiyah [hal 1]

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Belajar Dasar Matan Kitab Al Jurumiyah [hal 1]
اَلْكَلَامُ : هو اَللَّفْظُ اَلْمُرَكَّبُ، اَلْمُفِيدُ بِالْوَضْعِ
وَأَقْسَامُهُ ثَلَاثَةٌ : اسم وَفِعْلٌ وَحَرْفٌ جَاءَ لِمَعْنًى
فَالِاسْمُ يُعْرَفُ بالخفض وَالتَّنْوِينِ، وَدُخُولِ اَلْأَلِفِ وَاللَّامِ، وَحُرُوفِ اَلْخَفْضِ، وَهِيَ مِنْ، وَإِلَى، وَعَنْ، وَعَلَى، وَفِي، وَرُبَّ، وَالْبَاءُ، وَالْكَافُ، وَاللَّامُ، وَحُرُوفُ اَلْقَسَمِ، وَهِيَ اَلْوَاوُ، وَالْبَاءُ، وَالتَّاءُ
وَالْفِعْلُ يُعْرَفُ بِقَدْ، وَالسِّينِ وَسَوْفَ وَتَاءِ اَلتَّأْنِيثِ اَلسَّاكِنَةِ
وَالْحَرْفُ مَا لَا يَصْلُحُ مَعَهُ دَلِيلُ اَلِاسْمِ وَلَا دَلِيلُ اَلْفِعْلِ
BAB KALAM
Satu kata dalam bahasa arab di sebut kalimah ( الكلمة ) yaitu yang menunjukan satu arti.Kalimah ( الكلمة ) di sebut Murokkab( المركب ) jika kalimah tersebut tersusun secara sempurna ,yang disebut kalam ( الكلا ) atau di sebut juga jumlah ( الجملة ).
Kalimah diringkas menjadi 3 macam :
  1. Kalimah Isim ( الفعل ) ialah kata benda.
  2. Kalimah Fiil ( الفعل ) ialah kata kerja.
  3. Kalimah harf ( الحرف ) ialah kata tugas.
Kalimah Isim dapat di ketahui dengan adanya khafadh,tanwin,dan masuknya alif lam,huruf khafadh diantaranya : مِنْ (dari), إلى (ke), عَنْ (dari), على(diatas), فِيى (di), رُبَّ (jarang), بِ (dengan), كَ (seperti).dan dapat di ketahui pula dengan huruf qasam (sumpah) ialah ت ، ب ، و
contoh khafadh : بِسْمِ اللِه
contoh tanwin : ضَرَبْتُ زَيْدًا
contoh huruf khafadh : بِسْمِ اللِه
contoh masuknya alif lam : ضَرَبْتُ الرَّجُلَ
Kalimah Fiil dapat di ketahui dengan تَاء التانس الساكنة . سوف , س ,قد ,
Kalimah Harf ,kalimah yang terlepas dari ciri ciri kalimah isim dan kalimah fiil.
contoh : قَدْ كَانَ لَكُمْ سَيَقُوْلُ السفهاء سَوْفَ تعلمون قَالَتْ فاطمة

Menurut wazannya asal kalimah terdiri dari Fa' fi'il, 'Ain fi'il,Lam fi'il ( فعل ).apabila ada tambahan asal maka di tambah Lam fi'il ( فعلل ).Dan apabila ada tambahan hurup bukan asal,maka di tambah wazannya dengan hurup tambahan yang sam,.
contoh : مِنْ, اِلَى dan lainnya مِنْ رَبِّكُمْ
contoh : لَمْ, لَنْ dan lainnya لَمْ يَقُلْ
contoh : حَتَّى a) fi'il حَتَّى يَقُوْلَ b) isim حَتَّى رَبِّكَ

BAB I'ROB
بَابُ اَلْإِ عْـرَابِ
اَلْإِعْرَابُ هُوَ تغيـير أَوَاخِرِ اَلْكَلِمِ لِاخْتِلَافِ اَلْعَوَامِلِ اَلدَّاخِلَةِ عَلَـيْهَا لَفْظًا أَوْ تَقْدِيرًا.
وَأَقْسَامُهُ أَرْبَعَةٌ رَفْعٌ، وَنَصْبٌ، وَخَفْضٌ، وَجَزْمٌ، فَلِلْأَسْمَاءِ مِنْ ذَلِكَ اَلرَّفْعُ، وَالنَّصْبُ، وَالْخَفْضُ
وَلَا جَزْمَ فِيهَا وَلِلْأَفْعَالِ مِنْ ذَلِكَ اَلرَّفْعُ، وَالنَّصْبُ، وَالْجَزْمُ، وَلَا خَفْضَ فيها
I'rab adalah perubahan akhir kata karena perbedaaan amil-amil yang masuk di atasnya baik secara lapadz atau taqdir.Pembagian I'rab : Rafa' , Nashab, Khofadh/jar dan jazm.
Setiap Isim itu bisa dalam kondisi Rafa' ,Nashab,Khofadh.dan tidak untuk Jazm.
Setiap Fi'il bisa dalam keadaan Rafa' ,Nashab dan Jazm.dan tidak untuk Khofadh.
بَابُ مَعْرِفَةِ عَلَامَاتِ اَلْإِعْرَابِ
لِلرَّفْعِ أَرْبَعُ عَلَامَاتٍ : الضمة ، والواو وَالْأَلِفُ, وَالنُّونُ
فَأَمَّا اَلضَّمَّةُ فَتَكُونُ عَلَامَةً لِلرَّفْعِ فِي أَرْبَعَةِ مَوَاضِعَ فِي اَلِاسْمِ اَلْمُفْرَدِ, وَجَمْعِ اَلتَّكْسِيرِ, وَجَمْعِ اَلْمُؤَنَّثِ اَلسَّالِمِ, وَالْفِعْلِ اَلْمُضَارِعِ اَلَّذِي لَمْ يَتَّصِلْ بِآخِرِهِ شَيْءٌ
وَأَمَّا اَلْوَاوُ فَتَكُونُ عَلَامَةً لِلرَّفْعِ فِي مَوْضِعَيْنِ فِي جَمْعِ اَلْمُذَكَّرِ اَلسَّالِمِ, وَفِي اَلْأَسْمَاءِ اَلْخَمْسَةِ, وَهِيَ أَبُوكَ, وَأَخُوكَ, وَحَمُوكَ, وَفُوكَ, وَذُو مَالٍ
وَأَمَّا اَلْأَلِفُ فَتَكُونُ عَلَامَةً لِلرَّفْعِ فِي تَثْنِيَةِ اَلْأَسْمَـاءِ خَاصَّةً
وَأَمَّا اَلنُّونُ فَتَكُونُ عَلَامَةً لِلرَّفْعِ فِي اَلْفِعْلِ اَلْمُضَارِعِ, إِذَا اِتَّصَلَ بِهِ ضَمِيرُ تَثْـنِيَةٍ, أَوْ ضَمِيرُ جَمْعٍ, أَوْ ضَمِيرُ اَلْمُؤَنَّـثَةِ اَلْمُخَاطَبَةِ
Tanda I'rob Rafa'
I'rob rafa' mempunyai empat tanda : Harkat dhommah, huruf wau, hurum alif dan huruf nun.
  • Harkat dhomah menjadi tanda i'rob rafa' dalam 4 tempat : isim mufrod (kata benda tunggal),jamak taksir (kata benda jamak yang tak beraturan), jamak mu'anats salim (kata benda jamak permpuan) dan fi'il mudharik kata kerja yang akhirannya tidak bertemu sesuatu.
  • Huruf wawu menjadi tanda i'rob rafa' dalam 2 tempat : jamak mudzakkar salim (kata benda jamak beraturan untuk laki laki) dan asma'ul khamsah ( kata benda yang lima yaitu : ابوك واخوك وحموك وفوك وذومال )
  • Huruf alif menjadi tanda i'rob rafa' yaitu pada isim tasniyah atau disebut kata benda yang menunjukan arti dua.
  • Huruf nun menjadi tanda i'rob rafa' yaitu pada fi'il (kata kerja) mudharik yang akhiranannya bertemu dengan dhomir tasniyah (kata ganti dua orang),dhomir jamak (kata ganti jamak),dan dhomir mu'anats mukhotobah (kata ganti perempuan tunggal).
Tanda I'rob Nashob
وَلِلنَّصْبِ خَمْسُ عَلَامَاتٍ: الْفَتْحَةُ، وَالْأَلِفُ، وَالْكَسْرَةُ، وَاليَاءُ، وَحَذْفُ النُّونِ.
فَأَمَّا الْفَتْحَةُ فَتَكُونُ عَلَامةً لِلنَّصْبِ فِي ثَلَاثَةِ مَوَاضِعَ: فِي الْاِسْمِ الْمُفْرَدِ، وَجَمْعِ التَّكْسِيرِ، وَالْفِعْلِ الْمُضَارِعِ إِذَا دَخَلَ عَلَيْهِ نَاصِبٌ وَلَمْ يَتَّصِلْ بِآَخِرِهِ شَيْءٌ.
وَأَمَّا الْأَلِفُ: فَتَكُونُ عَلَامَةً لِلنَّصْبِ فِي الْأَسْمَاءِ الْخَمْسَةِ، نَحْوَ: "رَأَيْتُ أَبَاكَ وَأَخَاكَ" وَمَا أَشْبَهَ ذَلِكَ.
وَأَمَّا الْكَسْرَةُ: فَتَكُونُ عَلَامَةً لِلنَّصْبِ فِي جَمْعِ الْمُؤَنَّثِ السَّالِمِ.
وَأَمَّا الْيَاءُ: فَتَكُونُ عَلَامَةً لِلنَّصبِ فِي التَّثْنِيَةِ وَالْجَمْعِ.
وَأَمَّا حَذْفُ النُّونِ فَيَكُونُ عَلَامَةً لِلنَّصْبِ فِي الْأَفْعَالِ الْخَمْسَةِ الْتِي رَفْعُهَا بِثَبَاتِ النُّونِ
I'rob nashab mempunyai tanda yaitu : harkat fathah, huruf alif, harkat kasrah, huruf ya "membuang huruf nun.
  • Harkat fatah sebagai tanda i'rab nashab ; dalam 3 tempat yaitu isim mufrod (kata benda tunggal),isim jamak taksir (kata benda jamak yang tekberaturan) dan fi'il mudharik yang kemasukan amil nashab dan akirannya tidak bertemu sesuatu.
  • Huruf "Alif" sebagai tanda i'rob nashab; alamat dalam asma'ul khamsah (isim lima) yaitu ر أيتُ أباك و أخك .
  • Harkat kasrah sebagai tanda i'rob nashab ; dalam isim jamak muannats salim (kata benda jamak untuk perempuan).
  • Huruf "Ya"sebagai tanda i'rob nashab ; dalam isim tasniyah (kata benda arti dua) dan jamak mudzakar salim (kata benda jamak yang beraturan untuk laki-laki).
  • Membuang huruf "Nun" sebagai tanda i'rob nashab ; yaitu dalam Af'alul khamsah (fi'il mudharik yang lima itu) yang rofa' nya memakai "Nun".
Tanda i'rob jar
وَلِلْخَفْضِ ثَلَاثُ عَلَامَاتٍ:
فَأَمَّا الْكَسْرَةُ: فَتَكُونُ عَلَامَةً لِلْخَفْضِ فِي ثَلَاثَةِ مَوَاضِعَ: فِي الْاِسْمِ الْمُفْرَدِ الْمُنْصَرِفِ، وَجَمْعِ التَّكْسِيرِ الْمُنْصَرِفِ، وَفِي جَمْعِ الْمُؤَنَّثِ السَّالِمِ.
وَأَمَّا الْيَاءُ: فَتَكُونُ عَلَامَةً لِلْخَفْضِ فِي ثَلَاثَةِ مَوَاضِعَ: فِي الْأَسْمَاءِ الْخَمْسَةِ، وَفِي التَّثْنِيَةِ، وَالْجَمْعِ.
وَأَمَّا الْفَتْحَةُ: فَتَكُونُ عَلَامَةً لِلْخَفْضِ فِي الْاِسْمِ الَّذِي لَا يَنْصَرِفُ
Irob jar mempunyai tanda yaitu : kasrah , hurup Ya dan fathah
  • Kasrah menjadi tanda i'rob jar : dalam tiga tempat yaitu isim mufrad yang menerima tanwin,jama taksir yang menerima tanwin dan jama muanats salim.
  • Huruf Ya menjadi tanda i.rob jar : dalam tiga tempat yaitu pada isim yang lima ( Al asmaul Khamsah ), isim tasniah dan pada jama.
  • Fathah menjadi i'rob jar pada isim isim yang tidak menerima tanwin ( isim ghoir munsharif ).
Tanda i'rob jazm
وَلِلْجَزْمِ عَلَامَتَانِ: السُّكُونُ، وَالْحَذْفُ.
فَأَمَّا السُّكُونُ فَيَكُونُ عَلَامَةً لِلْجَزْمِ فِي الْفِعْلِ الْمُضَارِعِ الصَّحِيحِ الْآَخِرِ.
وَأَمَّا الْحَذْفُ فَيَكُونُ عَلَامَةً لِلْجَزْمِ فِي الْفِعْلِ الْمُضَارِعِ الْمُعْتَلِّ الْآَخِرِ، وَفِي الْأَفْعَالِ الْخَمْسَةِ الْتِي رَفْعُهَا بِثَبَاتِ النُّونِ
I'rob jazm mempunyai tanda yaitu adanya sukun dan al hadzfu ( membuang ).
Sukun menjadi tanda i'rob jazm yaitu pada fi'il yang shahih akhirannya.
Al hadzfu menjadi i'rob jazm yaitu pada fi'il mudhari yang mu'tal akirnya dan pada fi'il-fi'il yang ketika rofa nya tetap dengan nun.